Martabakku Menteng – Menikmati Martabak Red Velvet dan Martabak Telur Mozzarela

Martabakku Menteng – Menikmati Martabak Red Velvet dan Martabak Telur Mozzarela

Bagi Foodee yang sering menjelajah dunia maya pastinya kenal dengan Martabakku Menteng. Gerai yang berada di kawasan Menteng ini menyajikan pilihan menu martabak yang terbilang menggoda. Meskipun baru melihat fotonya saja, air liur dijamin sudah akan menetes lapar membayangkan kenikmatannya.

Menu pertama martabak manis yang disajikan dengan tambahan es krim nitrogen cair. Jadi, ketika disajikan akan nampak kepulan asap disekitarnya.

Tak berhenti sampai disitu, ada juga martabak sapi yang sangat menggemparkan karena topingnya adalah mozzarela. Bisa bayangkan bukan bagaimana ketika Foodee menarik potonganmartabakku menteng menu tersebut?

Martabakku Menteng – Menikmati Martabak Red Velvet dan Martabak Telur Mozzarela
Martabakku Menteng – Menikmati Martabak Red Velvet dan Martabak Telur Mozzarela

Menu Andalan Martabakku Menteng

Martabak telur Mozarella

Jika pada umumnya martabak telur hanya berisi sayur dan daging lalu dibalut dengan adonan tepung, maka ini berbeda dengan martabak mozarella. Seperti namanya, martabak ini menggunakan mozarella sebagai salah satu bahan pembuatannya, tepatnya sebagai toping.

Kalau masalah rasa jangan ditanya lagi, pokoknya sempurna. Foodee bayangkan saja, ketika gurihnya balutan adonan kulit martabak dicampur dengan rasa daging, bawang bombay dan daun bawang kemudian diadu dengan lapisan mozarella diatasnya.

Sudah jangan dibayangkan, langsung datang saja dan coba langsung!

Oiya, disini Kamu juga disediakan beberapa pilihan isi antara lain sapi, tuna, sosis dan ayam. Untuk yang ngaku pecinta martabak telur, menu ini wajib dicoba!

Martabak Manis Red Velvet Oreo dengan Cream Cheese Gelato

Pembuatan martabak ini sungguh menarik semenarik namanya. Martabak bewarna merah ini dibuat menggunakan es krim nitrogen cair. Bagaimana bisa? Bekerjasama dengan Ron’s Laboratoty yang sedari dulu sudah dikenal dengan es krim nitrogen cair membuat martabak red velvet menjadi suatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Bahkan, tak hanya menjadi martabak gelato pertama di Jakarta, martabak ini juga menjadi martabak gelato pertama di dunia.

Warna merah kabarnya didapat dari warna buah bit. Di permukaan martabak ini ada susu kental manis dan juga remukan biskuit oreo. Sebelum dipotong menjadi 10 bagian, cream cheese gelato disiramkan diatas adonan martabak hingga asap mengepul didalam martabak.

Read more

Indahnya Seni Budaya Jawa di Museum Ullen Sentalu

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki berbagai macam objek wisata yang tidak pernah berhenti menarik perhatian para pelancong. Provinsi ini mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri yang selalu membuat para wisatawan untuk selalu datang dan menikmati setiap sudut dari kawasan ini yang seakan tidak pernah ada habisnya. Di setiap kabupaten terdapat banyak objek-objek wisata yang wajib untuk dikunjungi saat sedang berlibur di Yogyakarta salah satunya adalah Kabupaten Sleman.

Kabupaten  Sleman terkenal dengan wisata candi dan juga wisata budayanya. Kabupaten ini terdapat beberapa buah candi yang terkenal tentu saja Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Sewu dan candi-candi lainnya yang selalu dipenuhi oleh para pengunjung. Di kabupaten ini juga terdapat sebuah museum yang sangat terkenal akan keunikan dan juga nilai historisnya yaitu Museum Ullen Sentalu. Museum ini merupakan museum yang fokus menyimpan benda-benda budaya Jawa dari peninggalan-peninggalan kesultanan-kesultanan Jawa yang ada di mulai dari Kerajaan Mataram Kuno hingga Kesultanan Mataram Islam dan juga pecahan dari kesultanan tersebut yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kesultanan Paku Alaman, Kesultanan Surakarta, dan juga Kesultanan Mangkunegaran.

Museum ini terletak di Jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Hargobinangun, Sleman, DIY. Museum ini merupakan museum yang dikelola oleh pribadi sehingga harga tiket di museum ini cukup mahal bila dibandingkan dengan museum-museum yang dikelola oleh pemerintah. Harga tiket masuk di museum ini adalah Rp. 30.000,- per orang untuk wisatawan domestik dan Rp. 50.000,- per orang untuk wisatawan internasional.

Walau demikian, wisatawan wajib datang ke museum ini untuk melihat koleksi-koleksi museum yang memiliki nilai historis dan seni tinggi seperti batik, gamelan, foto-foto yang merupakan sumbangan dari kasultanan-kasultanan yang telah dijelaskan diatas. Semuanya ditata dengan rapi dan apik sehingga menarik. Selain itu terdapat juga pemandu yang siap menjelaskan sejarah di setiap ruangan yang dikunjungi. Fasilitas yang ada juga sangat lengkap mulai dari toilet hingga ruang tunggu. Dengan lokasinya yang nyaman dan juga penataannya yang rapi dan menarik membuat museum ini menjadi favorit bagi wisatawan baik lokal maupun internasional.

Read more