Fakta Mengejutkan Tentang PCC

PCC / Paracetamol Cafein Carisoprodol merupakan jenis obat-obatan keras yang memiliki fungsi sebagai obat penenang setelah operasi. Pcc sendiri mengandung parasetamol, kafein, dan carisoprodol.
pcc
Di Indonesia, carisoprodol / PCC ini dijual dengan merek Somadril. Melihat SK Menteri Kesehatan pada tahun 1973, Somadril digolongkan pada obat keras. Karena obat tersebut merupakan obat keras, maka apoteker hanya boleh memberikan obat sejenis ini pada pasien atas resep dokter, sesuai Peraturan Pemerintah 51/1999 tentang Pekerjaan Kefarmasian.

BPOM menyatakan bahwa pemerintah dari tahun 2014 telah melarang pengedaran Somadril. Karena obat tersebut kerap disalahgunakan pada kepentingan nonkesehatan.

Berdasarkan catatan dari Badan Pengendali Penyimpangan Obat di Kementerian Amerika Serikat, carisoprodol juga sering disalahgunakan pada masyarakat negara itu.

Laporan tersebut juga merujuk pada data Departemen Penegakan Hukum Florida yang menyebutkan carisoprodol diduga berkaitan dengan kematian 208 warga sipil di negara tersebut pada tahun 2003.

Lima tahun selanjutnya, jumlah dari kematian akibat obat keras tersebut melonjak hampir 100% menjadi 415 kasus melebihi kematian yang disebabkan penggunaan heroin.

Berikut beberapa efek dari PPC yaitu…

1. Mual dan Pusing yang berlebih

Kandungan zat aktif pada PCC dapat mempengaruhi kerja saraf terutama pada pencernaan karena saat masuk dalam tubuh, obat tersebut akan langsung bereaksi dan mengganggu setiap saraf yang ada pada tubuh. baca juga obat kutil kemaluan herbal

2. Hilangnya konsentrasi

Ahli kimia dari farmasi di BNN ( Mufti Djusnir ), menjelaskan carisoprodol yang terkandung pada PCC bisa melemaskan otot sehingga rasa sakit menuju saraf dan otak terhambat.

Beberapa ahli mengatakan, penyalahgunaan PCC bisa mengalami gejala seolah melayang / terbang. Sebab konsumsi PCC dapat mengganggu keseimbangan dan konsentrasi.

3. Kejang – Kejang

Kandungan PCC seperti Parasetamol dapat dikonsumsi tunggal atau dicampurkan dengan kafein sebagai obat terapi. Sementara Karisoprodol ialah bahan baku obat yang berefek relaksasi pada otot dengan efek samping euforia dan sedatif.

Dosis tinggi pada penggunaan Karisoprodol dapat menyebabkan kejang serta halusinasi yang membahayakan hingga bisa berujung pada kematian obat tersebut mengandung Karisoprodol (Carnophen, Soamdril, Rheumastop, New Skelan, Carsipain, Carminofein, Etacarphen, Cazerol, Bimacarphen, Karnomed).

BPOM menuturkan bahwa obat yang mengandung zat aktif karisoprodol mempunyai efek farmakologis sebagai perelaksasi otot tetapi hanya berlangsung beberapa saat saja. Zat tersebut akan segera dimetabolisme oleh tubuh menjadi metabolit yaitu senyawa Meprobamat yang menyebabkan efek penenang (sedatif).

Untuk menghindari pemakaian yang salah tentang obat maupun peredaran obat ilegal, BPOM meminta peran aktif kepada seluruh komponen bangsa baik dari instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *